Anggota-Komisi-IX-mengusulkan-agar-pemerintah-bekerja-sama-dengan-ormas-dan-lembaga-pendidikan-untuk-melaksanakan-vaksinasi-Covid-19

Anggota Komisi IX mengusulkan agar pemerintah bekerja sama dengan ormas dan lembaga pendidikan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19

Komisioner IX DPR Netty Prasetiyani menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga pendidikan untuk mencapai target vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikannya menanggapi angka suntikan atau vaksinasi per hari yang masih 100.000 hingga 500.000 orang per hari.

“Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang bisa mempercepat vaksinasi.

Misalnya dengan melibatkan ormas dan lembaga pendidikan,” kata Netty kepada Kompas.com, Rabu (24 Maret 2021).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pemerintah dapat bekerja sama dengan ormas seperti ormas keagamaan, ormas kepemudaan, dan ormas lainnya untuk melakukan vaksinasi massal.

Ia menambahkan, ormas bisa dipilih karena memiliki jumlah massa yang cukup banyak. Hal ini untuk memudahkan pemerintah mencapai target vaksinasi.

Baca juga: Juru Bicara Wapres: Keterlibatan Berbagai Sektor Yang Belum Menjadi Hambatan Percepatan Vaksinasi Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Sementara itu, ia mengingatkan agar pemerintah tidak lupa melibatkan lembaga pendidikan

dalam mencapai tujuan vaksinasi.

“Kerjasama dengan institusi pendidikan dan lain-lain yang dijadikan sebagai pusat vaksinasi untuk jangka waktu tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masalah laju injeksi vaksin Covid-19 bukan pada tempat pemberian vaksinasi.

Namun, angka penyuntikan yang bermasalah terkait ketersediaan vaksin.

Hal itu disampaikan Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (15 Maret 2021) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.

“Banyak pertanyaan soal tarif suntikan. Masalahnya bukan di tempat suntikan, tapi ketersediaan vaksinnya,” kata Budi.

Budi mengatakan pihaknya menerima 10.000.000 dosis vaksin Covid-19 pada Januari-Februari, sehingga hanya 100.000 suntikan yang bisa dilakukan sehari.

Dari Maret hingga April lalu ada 30.000.000 dosis vaksin Covid-19, sehingga angka injeksi naik dari 100.000 menjadi 500.000 per hari.

“Mei 25 juta Juni sebulan jadi kita tingkatkan kembali menjadi 500.000-1.000.000 suntikan sehari, beratnya Juli-Desember karena 75% vaksin kita belum keluar sampai Juli dan Desember jadi kita perlu memperbanyak vaksinasi. kapasitas.” ujarnya.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *